/* Custom CSS for Blogger Popular Post Widget */ .PopularPosts ul, .PopularPosts li, .PopularPosts li img, .PopularPosts li a, .PopularPosts li a img { margin:0 0; padding:0 0; list-style:none; border:none; background:none; outline:none; } .PopularPosts ul { margin:.5em 0; list-style:none; font:normal normal 13px/1.4 "Arial Narrow",Arial,Sans-Serif; color:black; counter-reset:num; } .PopularPosts ul li img { display:block; margin:0 .5em 0 0; width:50px; height:50px; float:left; } .PopularPosts ul li { background-color:#eee; margin:0 10% .4em 0; padding:.5em 1.5em .5em .5em; counter-increment:num; position:relative; } .PopularPosts ul li:before, .PopularPosts ul li .item-title a { font-weight:bold; font-size:120%; color:inherit; text-decoration:none; } .PopularPosts ul li:before { content:counter(num); display:block; position:absolute; background-color:black; color:white; width:30px; height:30px; line-height:30px; text-align:center; top:50%; right:-10px; margin-top:-15px; -webkit-border-radius:30px; -moz-border-radius:30px; border-radius:30px; } /* Set color level */ .PopularPosts ul li:nth-child(1) {background-color:#E11E28;margin-right:1%} .PopularPosts ul li:nth-child(2) {background-color:#FD3C03;margin-right:2%} .PopularPosts ul li:nth-child(3) {background-color:#FECB09;margin-right:3%} .PopularPosts ul li:nth-child(4) {background-color:#6EBE27;margin-right:4%} .PopularPosts ul li:nth-child(5) {background-color:#149A48;margin-right:5%} .PopularPosts ul li:nth-child(6) {background-color:#5BBFF1;margin-right:6%} .PopularPosts ul li:nth-child(7) {background-color:#61469C;margin-right:7%} .PopularPosts ul li:nth-child(8) {background-color:#863E86;margin-right:8%} .PopularPosts ul li:nth-child(9) {background-color:#863E62;margin-right:9%} .PopularPosts ul li:nth-child(10) {background-color:#815540;margin-right:10%}

Catatan Restu ^_^

الأربعاء، 13 مارس 2013

Belajar dari Kekurangan

Bersyukurlah
          Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.
          Bersyukurlah untuk masa-masa sulit. Di masa  itulah kamu tumbuh.
          Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.
          Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru. Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.
          Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat. Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.
          Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih. Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.
          Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik. Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut.
          Rasa syukur dapat mengubah hal yang negative menjadi positif. Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu.

Manfaat Berfikir Tenang


Pelajaran dari Penambang
          Ada beberapa panggali tambang. Setiap hari mereka bekerja dalam tambang. Karena tambang itu kaya mineral alam, maka sudah beberapa tahun mereka tak pernah pindah tempat kerja. Jadi bias dibayangkan bahwa semakin digali tambang tersebut semakin dalam. Hari itu mereka berada di dasar terdalam dari tambang itu.
          Secara tiba-tiba semua saluran arus listrik dalam tambang itu panas. Lampu-lampu semuanya padam. Gelap gulita meliputi dasar tambang itu, dan dalam sekejap terjadilah hiruk-pikuk di sana. Setiap orang berusaha menyelamatkan diri sendiri. Namun mereka sungguh kehilangan arah. Setiap gerakan mereka pasti berakhir dengan benturan dan tabrakan. Situasi bertambah buruk disebabkan oleh udara yang semakin panas  karena ketiadaan AC.
          Satu dari para pekerja itu angkat bicara: “Sebaiknya kita duduk tenang daripada hiruk-pikuk mencari jalan keluar. Duduklah secara tenang dan berusahalah untuk merasakan hembusan angin. Karena angin hanya bisa berhembus masuk melalui pintu tambang ini.”
          Mereka lalu duduk dalam hening. Saat pertama mereka tak dapat merasakan hembusan angin. Namun perlahan-lahan mereka menjadi semakin peka akan hembusan angin sepoi yang masuk melalui pinti tambang. Dengan mengikuti arah datangnya angin itu, mereka akhirnya dengan selamat keluar dari dasar tambang yang dicekam gelap gulita itu.
          Bila batin anda sedang gundah dan kacau, anda tak akan pernah melihat jalan keluar yang tepat. Anda butuh untuk petama-tama menenangkan diri. Hanya dalam keheningan anda bisa melihat pokok masalah secara tepat, serta secara tepat pula membuat keputusan.

Pelajaran Berhikmah

Hikmah dari Seberang
          Suatu hari, seorang ayah dari keluarga sangat kaya membawa anaknya ke desa untuk menunjukkan kepadanya kehidupan orang-orang miskin. Mereka tinggal beberapa hari di rumah seorang petani miskin. Sekembalinya dari desa, sang ayah bertanya kepada anaknya, “Bagaimana menurutmu perjalanan kita ini?”
          “Hebat ayah,” kata anaknya.
          “Apakah kau melihat bagaimana orang-orang miskin itu hidup?”
          “Ya.”
          “Lalu, pelajaran apa yang dapat kau ambil daro perjalanan itu?” Tanya ayahnya dengan bangga.
          “Aku baru sadar, bahwa kita punya dua anjing sedang mereka punya empat. Kita punya kolam renang luasnya smpai setengah kebun, sedang mereka punya sungaiyang tak memiliki ujung. Kita mengimpor lentera untuk kebun kita, mereka punya bintang-bintang di malam hari. Teras kita sampai halaman depan, sedang mereka seluruh horizon. Kita punya tanah tempat tinggal kecil, mereka punya halaman sejauh mata memandang. Kita punya pembantu-pembantu yang melayani kita, sedang mereka memberikan pelayanan kepada orang lain. Kita membeli makanan kita, mereka memetik sendiri makanan mereka. Kita memiliki pagar mengelilingi dan melindungi kekayaan kita, mereka punya teman yang melindungi mereka.
          Sampai di sini, sang ayah tak bias berkata apa-apa. Kemudian anaknya menambahkan,”Ayah, terima kasih, engkau telah menunjukkan betapa miskinnya kita.”

Mencapai Harapan

Menggenggam Harapan
          Sepasang suami istri menggelar dagangannya di trotoar jalan. Saat itu petang turun terburu-buru. Lampu jalan cukup terang untuk menerangi dagangan mereka. Di kanan kiri tumpukan puing-puing bongkaran pasar mengepung. Di depan berlalu-lalang kendaraan dan langkah-langkah cepat. Siapa pula tertarik membeli? Namun, mereka berdua silih berganti menyapa dan menawarkan dagangan. Kaos anak warna-warni, rok kecil, dan entah apalagi
          “Wahai suami istri pedagang, mengapa kalian yakin ada yang membeli dagangan itu. Bagaimana kalian bias menjajakan barang di keremangan dan keriuhan seperti ini?”
          “Kami tak kehilangan harapan”, begitu jawabnya. “Itulah satu-satunya kekuatan kami. Kami tak tahu apa dan bagaimana membesarkan usaha ini, manum kami tahu harapan takkan pernah meninggalkan mereka yang menggenggamnya.”
          Berterimakasilah pada orang-orang kecil yang memberikan teladan dan menebarkan harapan perbaikan hidup pada kita. Mereka tiang penangga yang menahan langit dari keruntuhan. Mereka peredup terik mentari kehidupan yang ada kalanya terasa panas membakar.

Menikmati Hidup

Katak dan Siput
          Ada seekor siput selalu memandang sinis terhadap katak. Suatu hari, katak yang kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput: “Tuan Siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga anda begitu membenci saya?”
          Siput menjawab: “Kalian kaum katak mempunyai empat kaki dan bisa melompat ke sama ke mari, Tapi saya mesti membawa cangkang yang berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih.”
          Katak menjawab: “Setiap kehidupan memiliki penderitaan masing-masing hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak).”
          Dan seketika ada seekor elang besar yang terbang ke arah mereka, siput dengan cepat memasukkan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang.
          Nikmatilah hidupmu, tidak perlu dibandingkan dengan orang lain. Keirian hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak penderitaan. Lebih baik pikirkanlah apa yang kita miliki. Hal tersebut akan membawakan lebih banyak rasa syukur dan kebahagiaan bagi kita sendiri.