الأربعاء، 13 مارس 2013
Belajar dari Kekurangan
Bersyukurlah
Bersyukurlah
apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.
Bersyukurlah
untuk masa-masa sulit. Di masa itulah
kamu tumbuh.
Bersyukurlah
untuk keterbatasanmu. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.
Bersyukurlah
untuk setiap tantangan baru. Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.
Bersyukurlah
untuk kesalahan yang kamu buat. Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.
Bersyukurlah
bila kamu lelah dan letih. Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.
Mungkin mudah
untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik. Hidup yang berkelimpahan datang
pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut.
Rasa syukur
dapat mengubah hal yang negative menjadi positif. Temukan cara bersyukur akan
masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu.
Manfaat Berfikir Tenang
Pelajaran
dari Penambang
Ada beberapa
panggali tambang. Setiap hari mereka bekerja dalam tambang. Karena tambang itu
kaya mineral alam, maka sudah beberapa tahun mereka tak pernah pindah tempat
kerja. Jadi bias dibayangkan bahwa semakin digali tambang tersebut semakin
dalam. Hari itu mereka berada di dasar terdalam dari tambang itu.
Secara tiba-tiba
semua saluran arus listrik dalam tambang itu panas. Lampu-lampu semuanya padam.
Gelap gulita meliputi dasar tambang itu, dan dalam sekejap terjadilah
hiruk-pikuk di sana. Setiap orang berusaha menyelamatkan diri sendiri. Namun
mereka sungguh kehilangan arah. Setiap gerakan mereka pasti berakhir dengan
benturan dan tabrakan. Situasi bertambah buruk disebabkan oleh udara yang
semakin panas karena ketiadaan AC.
Satu dari para
pekerja itu angkat bicara: “Sebaiknya kita duduk tenang daripada hiruk-pikuk mencari
jalan keluar. Duduklah secara tenang dan berusahalah untuk merasakan hembusan
angin. Karena angin hanya bisa berhembus masuk melalui pintu tambang ini.”
Mereka lalu
duduk dalam hening. Saat pertama mereka tak dapat merasakan hembusan angin.
Namun perlahan-lahan mereka menjadi semakin peka akan hembusan angin sepoi yang
masuk melalui pinti tambang. Dengan mengikuti arah datangnya angin itu, mereka
akhirnya dengan selamat keluar dari dasar tambang yang dicekam gelap gulita
itu.
Bila batin anda sedang gundah dan kacau, anda tak akan
pernah melihat jalan keluar yang tepat. Anda butuh untuk petama-tama
menenangkan diri. Hanya dalam keheningan anda bisa melihat pokok masalah secara
tepat, serta secara tepat pula membuat keputusan. Pelajaran Berhikmah
Hikmah
dari Seberang
Suatu hari,
seorang ayah dari keluarga sangat kaya membawa anaknya ke desa untuk
menunjukkan kepadanya kehidupan orang-orang miskin. Mereka tinggal beberapa
hari di rumah seorang petani miskin. Sekembalinya dari desa, sang ayah bertanya
kepada anaknya, “Bagaimana menurutmu perjalanan kita ini?”
“Hebat ayah,”
kata anaknya.
“Apakah kau
melihat bagaimana orang-orang miskin itu hidup?”
“Ya.”
“Lalu,
pelajaran apa yang dapat kau ambil daro perjalanan itu?” Tanya ayahnya dengan
bangga.
“Aku baru
sadar, bahwa kita punya dua anjing sedang mereka punya empat. Kita punya kolam
renang luasnya smpai setengah kebun, sedang mereka punya sungaiyang tak memiliki
ujung. Kita mengimpor lentera untuk kebun kita, mereka punya bintang-bintang di
malam hari. Teras kita sampai halaman depan, sedang mereka seluruh horizon.
Kita punya tanah tempat tinggal kecil, mereka punya halaman sejauh mata
memandang. Kita punya pembantu-pembantu yang melayani kita, sedang mereka
memberikan pelayanan kepada orang lain. Kita membeli makanan kita, mereka
memetik sendiri makanan mereka. Kita memiliki pagar mengelilingi dan melindungi
kekayaan kita, mereka punya teman yang melindungi mereka.
Sampai di sini, sang ayah tak bias berkata apa-apa.
Kemudian anaknya menambahkan,”Ayah, terima kasih, engkau telah menunjukkan
betapa miskinnya kita.”Mencapai Harapan
Menggenggam
Harapan
Sepasang suami
istri menggelar dagangannya di trotoar jalan. Saat itu petang turun
terburu-buru. Lampu jalan cukup terang untuk menerangi dagangan mereka. Di
kanan kiri tumpukan puing-puing bongkaran pasar mengepung. Di depan
berlalu-lalang kendaraan dan langkah-langkah cepat. Siapa pula tertarik
membeli? Namun, mereka berdua silih berganti menyapa dan menawarkan dagangan.
Kaos anak warna-warni, rok kecil, dan entah apalagi
“Wahai suami
istri pedagang, mengapa kalian yakin ada yang membeli dagangan itu. Bagaimana
kalian bias menjajakan barang di keremangan dan keriuhan seperti ini?”
“Kami tak
kehilangan harapan”, begitu jawabnya. “Itulah satu-satunya kekuatan kami. Kami
tak tahu apa dan bagaimana membesarkan usaha ini, manum kami tahu harapan
takkan pernah meninggalkan mereka yang menggenggamnya.”
Berterimakasilah
pada orang-orang kecil yang memberikan teladan dan menebarkan harapan perbaikan
hidup pada kita. Mereka tiang penangga yang menahan langit dari keruntuhan.
Mereka peredup terik mentari kehidupan yang ada kalanya terasa panas membakar.
Menikmati Hidup
Katak
dan Siput
Ada seekor
siput selalu memandang sinis terhadap katak. Suatu hari, katak yang kehilangan
kesabaran akhirnya berkata kepada siput: “Tuan Siput, apakah saya telah
melakukan kesalahan, sehingga anda begitu membenci saya?”
Siput menjawab:
“Kalian kaum katak mempunyai empat kaki dan bisa melompat ke sama ke mari, Tapi
saya mesti membawa cangkang yang berat ini, merangkak di tanah, jadi saya
merasa sangat sedih.”
Katak menjawab:
“Setiap kehidupan memiliki penderitaan masing-masing hanya saja kamu cuma
melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak).”
Dan seketika
ada seekor elang besar yang terbang ke arah mereka, siput dengan cepat
memasukkan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang.
Nikmatilah hidupmu, tidak perlu dibandingkan dengan orang
lain. Keirian hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak
penderitaan. Lebih baik pikirkanlah apa yang kita miliki. Hal tersebut akan
membawakan lebih banyak rasa syukur dan kebahagiaan bagi kita sendiri.
الاشتراك في:
الرسائل (Atom)